Hidup Hanyalah Tentang “Apa yang Kita Lakukan” dengan Segala yang Kita Miliki

Hidup Hanyalah Tentang “Apa yang Kita Lakukan” dengan Segala yang Kita Miliki

Kehidupan merupakan sebuah anugerah yang diberikan sang pencipta bagi setiap makhluknya, terutama Manusia, karna mereka memiliki banyak kelebihan. Namun beberapa orang menyia-nyiakan hidup mereka dengan cara mereka masing-masing, sungguh sangat disayangkan!

Kalau begitu, apalah arti hidup ini sesungguhnya?
Hanya untuk bertahan hidupkah?
Bukankah itu terlalu sederhana!
Lalu, apa bedanya dengan hewan?
Sedangkan kita, diberikan Akal Pikiran!

Bukankah semuanya bergantung pada Tindakan? Dimana tindakan dari setiap orang memberikan pengaruh pada orang lain, pada dunia, entah itu sedikit ataupun banyak. Jadi, bukankah lebih baik jika kita bertindak untuk kebaikan kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya?

Segala yang Kita Miliki”, kata-kata itu mengarahkan kita khususnya pada harta benda, apakah kita memiliki uang, pakaian, tempat tinggal, atau semacamnya. Lalu, bagaimana kita mempergunakannya, kita gunakan semau kita tanpa memikirkan akibatnyakah, atau kita mempergunakannya sebaik mungkin, untuk kebaikan kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya?

Ada sebuah kisah terkenal mengenai seorang saudagar bernama Qorun, yang menyimpan banyak sekali harta tanpa mempedulikan kebutuhan orang lain, dimana ia berakhir mati dengan tragis, yakni dibenamkan ke dalam bumi beserta seluruh hartanya. Lalu ada kisah seorang pria yang amat sangat miskin yang selalu berbuat baik pada orang lain semampunya, dimana ia berhasil menikahi putri seorang Raja.

Bagaimana jika kita berada dalam keadaan yatim piatu, tidak memiliki harta sedikit pun, lalu apa “yang Kita Miliki”? kita bisa berfokus pada apa yang dianugerahkan Tuhan sejak kita lahir, yakni bagian-bagian tubuh, tangan, kaki, mata, dan sebagainya. Bagaimana kita mempergunakannya, kita gunakan semau kita tanpa memikirkan akibatnyakah, atau kita mempergunakannya sebaik mungkin, untuk kebaikan kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya?

Ada banyak sekali kisah dari seseorang yang lahir dengan tubuh normal, dan yang dilakukannya dalam hidup ialah mengalir bagai air, entah itu air keruh atau tidak, ia hanya menjalaninya, tanpa memikirkan akibatnya. Lalu ada juga banyak kisah dari orang-orang cacat, yang berhasil mendapatkan sukses bagai mengalir dalam air jenih, meskipun kadang terciprat air keruh, mereka bisa membersihkannya dengan air jenih.

Dan kita tahu bahwa dimana setiap orang memiliki sesuatu yang sama, yakni Perasaan. Lalu bagaimana kita mananganinya, bisakah kita memanfaatkannya untuk kebaikan kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya?

Ada sebuah kisah, dimana seorang wanita remaja kaya raja berparas cantik, kita sebut saja Erlina. Erlina tersesat dalam perjalanannya kembali ke villa-nya, dimana ia dihadang oleh sekelompok orang yang tengah mabuk yang kemudian melakukan hal-hal tak terbayangkan padanya, bahkan ia tidak dilepas begitu saja, ia masih disekap di sebuah gudang tanpa makanan. Syukurlah keluarganya melapor pada polisi, sehingga para penculik yang mengetahui hal itu melepaskannya, dan ia pun pulang ke rumahnya. Namun dikarenakan tidak mampu menghadapi kenyataan, Erlina memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Lalu ada kisah lainnya, dimana seorang wanita remaja kaya raja dan juga berparas cantik, kita sebut saja Erlina yang lain. Erlina yang lain hendak pulang dari sekolah, namun tak ada yang menjemputnya, membuatnya menaiki kendaraan umum dan tanpa disadari, ia terbangun di sebuah gudang dalam keadaan yang tak bisa dibayangkan. Entah bagaimana, Erlina yang lain berhasil meloloskan diri dan pulang ke rumahnya. Sayangnya, tidak ada orang di rumahnya, pembantunya sedang berlibur, dan orangtuanya selalu entah di mana. Setelah beberapa hari menangis tiada henti, Erlina yang lain, memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dan belajar seni beladiri, mengajak teman-teman wanitanya untuk ikut belajar bersamanya, bahkan ia mengadakan komunitas dengan visi memberikan arahan-arahan agar para wanita bisa menjaga diri mereka.

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa perasaan kecewa, sedih, dan perasaan negatif lainnya, bisa kita arahkan pada tindakan yang bermanfaat untuk diri kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya.

Begitu juga dengan perasaan positif, misalnya kita baru saja mendapatkan apa yang kita inginkan, akan sangat disayangkan jika perasaan senang yang kita rasakan kita biarkan berlalu begitu saja. Maka dari itu, kita bisa menggunakan perasaan senang yang kita rasakan tersebut pada tindakan yang bermanfaat untuk diri kita sendiri, orang lain, dan dunia seluruhnya. Mungkin dengan mengadakan pesta kecil-kecilan bersama sanak saudara atau teman-teman.


Akhir kata, seringkali mengatakan lebih mudah daripada melakukan!
Maka dari itu, tetaplah semangat untuk melakukan sesuatunya Sebaik Mungkin!
Dan tetaplah “Bersenang-Senang!

When Life Gives You Tangerines dalam Iman

  When Life Gives You Tangerines dalam Iman by: alidnobilem Presents & Orang Awam ...