Seorang Gila di Sebuah Bar

 Seorang Gila di Sebuah Bar
by: alidnobilem

Di sebuah bar di sebuah kota kecil yang dikenal dengan nama Satul, seorang pemimpin gangster tengah memberikan pidato di hadapan para anak buahnya, dalam rangka persiapan mereka untuk menghadapi geng ternama di kota tersebut.

Di tengah-tengah pidato yang menggebu-gebu, penuh dengan semangat, seorang pria datang entah dari mana, terlihat agak mabuk, dan tidak mengindahkan plang “sedang tutup untuk sementara” di depan pintu bar, masuk ke dalam bar dan memesan minuman dengan menggeprak meja tanpa mengindahkan keadaan sekitarnya.

Dalam keheranan yang diikuti dengan kekesalan, sang pemimpin yang tentu saja merasa terganggu dan kesal, bermaksud untuk menghajar pria tersebut, untuk menunjukkan betapa pentingnya tatakrama, terutama pada anak buahnya, sekaligus untuk menunjukkan kehebatan dirinya sebagai seorang pemimpin.

Namun, tanpa diduga, pria tersebut dengan sedikit sempoyangan dan cengengesan, berhasil menghindari raihan tangan si pemimpin pada kerah bajunya, sehingga si pemimpin pun segera menghajarkan tinjunya pada pria tersebut. Namun lagi lagi, pria tersebut mengelak sekaligus mengambil pistol di sakunya secepat kilat dan menodongkannya tepat ke kepala si pemimpin.

“Bisakah seseorang menyuguhkanku segelas minuman?!” ucap si pria berpistol pada para anak buah, dan segera si bartender, yang tentu merupakan salah satu anak buah si pemimpin, pergi mengambil minuman untuk disuguhkan.

Setelah meminum segelas minuman tersebut, si pria mengambil botol minumannya, menembakkan senjatanya, dan beranjak pergi…

*****

Baiklah, disini kami berikan beberapa opsi:

-          Anda bisa membayangkan si pemimpin tertembak di kepalanya, dan kematian sang pemimpin membuat para anak buah tercengang, tak sanggup menerima kejadian yang begitu spontan. Tanpa menutup kemungkinan bahwa pria tersebut merupakan seorang pembunuh bayaran sewaan.

-          Atau Anda bisa membayangkan bahwa si pemimpin selamat karena tembakan diarahkan pada samping kepala si pemimpin. Si pemimpin memutuskan untuk membiarkan si pria pergi, atau pergi mengejarnya bersama anak buahnya.

-          Anda juga bisa membayangkan bahwa tembakan tersebut entah bagaimana mengenai si pria, yakni si pemimpin berhasil mengambil alih senjata (luar biasa). Bisa juga salah satu anak buahlah yang menembakkan senjatanya pada si pria tersebut (bisa jadi).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

When Life Gives You Tangerines dalam Iman

  When Life Gives You Tangerines dalam Iman by: alidnobilem Presents & Orang Awam ...