Costum Overpower

 Costum Overpower
by: alidnobilem.co.id

Terinspirasi dari film John Wick 4, kami membayangkan sebuah kostum yang sangat hebat, yang tidak hanya tidak mempan peluru, melainkan sebuah kostum untuk seluruh tubuh yang tahan peluru, bahkan kostum ini transparan, hebat sekali bukan?!

Dan tidak hanya tidak mempan peluru, kami juga berhasil mendesain kostum tersebut tahan terhadap serangan fisik, bahkan asap beracun. Desain terbaru bahkan menunjukkan kekebalan terhadap rudal, wow sekali bukan?!

Masalahnya, kami berhadapan dengan musuh yang juga memiliki kemampuan yang sama. So, bagaimana kami akan bertarung?!

Untuk itu kami teringat akan kisah seorang pedagang yang menjual sebuah tombak terhebat yang mampu menembus semua pertahanan dan tameng terhebat yang mampu menahan semua serangan. Bagaimana jika tombak dan tameng tersebut diadu?!

Dari sini, kami menyadari bahwa “semua itu bergantung pada siapa yang menggunakannya.” Dalam kisah tombak terhebat dan tameng terhebat, maka tergantung siapa penggunanya, jika seorang anak kecil yang menggunakan tombak tersebut dimana ia bahkan kesulitan untuk mengangkat tombak, maka tidak perlu dipertanyakan kehebatan tombak tersebut. Begitu juga dengan Costum Overpower, kehebatan kostum tersebut hanya akan maksimal di tangan pengguna terbaik (pribadi terbaik).

Hal ini mengingatkan kami pada permainan, semisal bermain bola, bermain permainan online, dan semacamnya. Bukan tentang sepatu terbaik (dalam bola ceritanya), atau sepek handphone terbaik (dalam permainan online ceritanya), yang menjadi penentu adalah pengguna itu sendiri (kehebatan bermainnya).

Begitu pun dalam kehidupan; bukan lingkungan (kostum) yang menjadi penentu seseorang sebagai pemenang, melainkan seseorang itu sendirilah yang menentukan dirinya sebagai seorang pemenang atau tidak. Dan kabar baiknya adalah di sini, kamilah pemenangnya--kami menulis cerita kemenangan kami sendiri—bagaimana dengan Anda?!

 

Note: ini hanyalah sebuah cerita fiksi… Tak perlu terlalu diambil hati.. Sekian dan Terimakasi.

 

Cerpener

 Cerpener
by: alidnobilem Presents

Cerpen merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu dikemas secara pendek, jelas dan ringkas. Ia berbentuk cerita pendek yang berfokus dan berkonsentrasi pada satu peristiwa kejadian, dimana peristiwa kejadian tersebut hanya mengisahkan satu tokoh cerita saja.

Dalam melakukan kegiatan apa saja, jika ingin berhasil kita perlu mempunyai motif (alasan) yang kuat. Demikian pula dalam menulis cerpen, kita memerlukan motif yang baik dan jelas. Dan kesenangan merupakan motif yang unik, karena ia mampu bertahan dengan baik menghadapi kendalan dan kesulitan apa pun. Untuk itu, sebagaimana Cerpengram yang memudahkan kita untuk membuat cerpen dengan data-data dari cerita-cerita terbaik, Cerpener hadir dengan metode yang lebih mudah dan menarik.

Cerpengram I, berisi daftar nama (pria dan wanita) serta profilnya. Cerpengram II, berisi hal-hal yang berkaitan dengan penampilan fisik tokoh. Cerpengram III, berisi kolom “Pembukaan”, “Narasi”, dan “Penutup”. Cerpengram IV, berisi kolom “Dialog” dan “Deskripsi” dari kalimat atau paragraph yang kita kutip. Dan Cerpengram V, berisi foto-foto dan gambar-gambar yang menarik perhatian dan meransang imajinasi.

Di sini Cerpengram hadir menggunakan Reading Record (RR), catatan karya-karya fiksi yang Anda baca, dan Cerpener mengarahkan Anda untuk menggunakan bukan hanya catatan karya-karya fiksi, tapi juga catatan karya-karya non-fiksi, juga catatan karya-karya keagamaan. Lebih dari itu, Ceperner mengarahkan Anda untuk menggunakan catatan dari film-film yang Anda sukai, terutama film-film ternama, sebagai tambahan bahan dalam pembuatan cerpen Anda. Ceperner juga mengarahkan Anda untuk menggunakan catatan kisah nyata Anda, semisal profil orang-orang terdekat Anda, tempat-tempat yang Anda sukai, dan sebagainya.

Inti dari ide Ceperner ialah untuk tidak hanya berpaku pada catatan karya-karya fiksi sebagai bahan dalam pembuatan cerpen sebagaimana diungkapkan dalam Cerpengram, tapi juga menggunakan karya-karya nyata sebagai bahan pembuatan cerpen, termasuk kisah nyata Anda sendiri, yang bisa dikemas sedemikian rupa dengan bumbu dari novel yang Anda suka, dicampur dengan film yang Anda suka, bahkan musik yang Anda suka; suka-suka Anda. Cerpener hadir sebagaimana cepengram, yakni menerapkan Prinsip kreativitas, yang mengungkapkan bahwa ide-ide baru merupakan ide-ide yang dikembangkan dari ide-ide yang sudah pernah ada.

Teknik Cerperner tidak hanya digunakan untuk pembuatan cerpen, teknik ini juga baik digunakan untuk pembuatan novel, buku non-fiksi, penulisan naskah film, bahkan musik, juga bisnis, serta penemuan-penemuan baru. Prinsip Kreativitas mengarahkan kami pada metode 3, 10, dan 100, yakni diperlukan 3 cerita untuk membuat sebuah cerita yang baik, diperlukan 10 cerita untuk membuat sebuah cerita yang sangat baik, dan diperlukan 100 cerita untuk membuat sebuah cerita luar biasa. Di sini, kami tekankan pentingya sebuah referensi.

 

Akhir kata, seringkali mengatakan lebih mudah daripada melakukan (it’s all complicated)!!!
Maka dari itu, tetaplah semangat untuk melakukan setiap sesuatu Sebaik Mungkin!!
Dan tetaplah “Bersenang-Senang!


Seorang Gila di Sebuah Bar

 Seorang Gila di Sebuah Bar
by: alidnobilem

Di sebuah bar di sebuah kota kecil yang dikenal dengan nama Satul, seorang pemimpin gangster tengah memberikan pidato di hadapan para anak buahnya, dalam rangka persiapan mereka untuk menghadapi geng ternama di kota tersebut.

Di tengah-tengah pidato yang menggebu-gebu, penuh dengan semangat, seorang pria datang entah dari mana, terlihat agak mabuk, dan tidak mengindahkan plang “sedang tutup untuk sementara” di depan pintu bar, masuk ke dalam bar dan memesan minuman dengan menggeprak meja tanpa mengindahkan keadaan sekitarnya.

Dalam keheranan yang diikuti dengan kekesalan, sang pemimpin yang tentu saja merasa terganggu dan kesal, bermaksud untuk menghajar pria tersebut, untuk menunjukkan betapa pentingnya tatakrama, terutama pada anak buahnya, sekaligus untuk menunjukkan kehebatan dirinya sebagai seorang pemimpin.

Namun, tanpa diduga, pria tersebut dengan sedikit sempoyangan dan cengengesan, berhasil menghindari raihan tangan si pemimpin pada kerah bajunya, sehingga si pemimpin pun segera menghajarkan tinjunya pada pria tersebut. Namun lagi lagi, pria tersebut mengelak sekaligus mengambil pistol di sakunya secepat kilat dan menodongkannya tepat ke kepala si pemimpin.

“Bisakah seseorang menyuguhkanku segelas minuman?!” ucap si pria berpistol pada para anak buah, dan segera si bartender, yang tentu merupakan salah satu anak buah si pemimpin, pergi mengambil minuman untuk disuguhkan.

Setelah meminum segelas minuman tersebut, si pria mengambil botol minumannya, menembakkan senjatanya, dan beranjak pergi…

*****

Baiklah, disini kami berikan beberapa opsi:

-          Anda bisa membayangkan si pemimpin tertembak di kepalanya, dan kematian sang pemimpin membuat para anak buah tercengang, tak sanggup menerima kejadian yang begitu spontan. Tanpa menutup kemungkinan bahwa pria tersebut merupakan seorang pembunuh bayaran sewaan.

-          Atau Anda bisa membayangkan bahwa si pemimpin selamat karena tembakan diarahkan pada samping kepala si pemimpin. Si pemimpin memutuskan untuk membiarkan si pria pergi, atau pergi mengejarnya bersama anak buahnya.

-          Anda juga bisa membayangkan bahwa tembakan tersebut entah bagaimana mengenai si pria, yakni si pemimpin berhasil mengambil alih senjata (luar biasa). Bisa juga salah satu anak buahlah yang menembakkan senjatanya pada si pria tersebut (bisa jadi).


Atomic Habits dalam Islam

 Atomic Habits dalam Islam
by: Orang Awam (mohon petunjuk)

Dalam Atomic Habits karya James Clear diungkapkan perihal Eksperimen Edward Thorndike pada 1898 yang menerangkan bahwa kebiasaan adalah perilaku yang telah diulang cukup sering sampai menjadi otomatis. Tujuan akhir kebiasaan adalah memecahkan masalah-masalah dalam hidup dengan energi dan upaya sekecil mungkin.

Dalam Islam, Sholat merupakan hal yang diulang-ulang sebanyak minimal lima kali dalam satu hari. Sehingga Sholat menjadi kebiasaan umat Islam. Dan mengetahui bahwa tujuan akhir kebiasaan adalah untuk memecahkan masalah dalam hidup, maka perlu disadari tujuan dari Sholat, yakni menghadap pada sang Pencipta, mengungkapkan permasalahan-permasalahan kita melalui al-Fatihah, surah al-Qur’an yang wajib dibawa dalam setiap Sholat.

Allah swt berfirman dalam QS. Al-Fatihah [1] ayat 6):

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.

*****

Atomic Habits juga menerangkan tentang Teknik “Pointing and Calling” asal Jepang yang digunakan untuk pengoperasian kereta bawah tanah, dimana kondektur akan “menunjuk dan mengumumkan” sesuatu untuk keamanan penumpang. Teknik ini telah meminimalisir kesalahan hingga 85%, New York City meniru dengan membuat versi yang “hanya menunjuk”, dan teknik tersebut telah meminimalisir kesalahan operasional sebesar 57%.

Dalam Islam “Menunjuk and Mengumumkan” telah digunakan sejak awal keberadaannya, yakni dalam Sholat; berupa adzan. Adzan merupakan penanda masuknya waktu sholat, “Menunjuk”; tibanya waktu sholat, seperti sholat Shubuh yang menunjukkan waktu terbitnya fajar, sementara “Mengumumkan”; pengumandangan Adzan, pengumuman tibanya waktu Sholat dengan menggunakan bahasa pengagungan terhadap sang Pencipta.

Teknik “Menunjuk and Mengumumkan” merupakan Teknik penyadaran, kesadaran akan waktu, kesadaran untuk melakukan sesuatu. Dalam Adzan Sholat, penyadaran merupakan bentuk penyadaran terhadap waktu Sholat, untuk menghadap Sang Pencipta waktu dengan melakukan Sholat. Dimana dalam Islam, “Menunjuk and Mengumumkan” ini bisa dilihat dalam lima waktu untuk setiap harinya, yakni:

1.         Adzan Shubuh: sebagai penyadaran tibanya waktu fajar, terbitnya matahari dan persiapan menjalani hari atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Shubuh.

2.        Adzan Dhuhur: sebagai penyadaran tibanya tengah hari, puncak matahari dan persiapan beristirahat (makan siang) atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Dhuhur.

3.        Adzan Ashar: sebagai penyadaran tibanya persamaan bayangann matahari, dan menikmati waktu bersama di sore hari (silaturahmi) atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Ashar.

4.        Adzan Maghhrib: sebagai penyadaran awal waktu malam, terbenamnya matahari dan persiapan mengistirahatkan diri atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Maghrib.

5.        Adzan Isya’: sebagai penyadaran tibanya malam, terbenamnya matahari sebenar-benarnya dan betul-betul mengistirahatkan diri atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Isya’.

Hal ini mengungkapkan pentingnya niat implementasi melalui petunjuk waktu dan tempat, dengan rumus: Aku akan [Perilaku] pada [Waktu] di [Lokasi]. Perihal pentingnya petunjuk, yakni Adzan (dalam Islam), Rasulullah bersabda:

 لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR Bukhari dan Muslim).

*****

Atomic Habits juga mengungkapkan Empat Hukum dalam menciptakan kebiasaan baik, yakni;

1.         Menjadikannya Terlihat,

2.        Menjadikannya Menarik,

3.        Menjadikannya Mudah,

4.        dan Menjadikannya Memuaskan.

Dalam Islam, Empat Hukum tersebut bisa kita lihat melalui Masjid, tempat melaksanakan Sholat:

1.         Menjadikannya Terlihat: puncak menara Masjid yang dibuat setinggi mungkin sehingga mudah terlihat,

2.        Menjadikannya Menarik: keadaan Masjid yang baik dan bagus membuat umat Islam nyaman melaksanakan Sholat,

3.        Menjadikannya Mudah; keberadaan Masjid di mana-mana, bahkan lebih dari satu di setiap desa,

4.        dan Menjadikannya Memuaskan; keberadaan Masjid yang selalu menyediakan air, tempat bersuci, sehingga memudahkan ketenangan bagi umat Islam melaksanakan kewajibannya, yakni Sholat.

Dan tentang Masjid ini, Allah berfirman dalam Q.S At-Taubah: 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.

*****

Atomic Habits juga menerangkan Teknik “Menumpuk Kebiasaan”, dan dengan menggunakan 5 waktu Sholat tersebut, kita bisa mengikutkan waktu-waktu tersebut dengan kegiatan-kegiatan kita, Contoh sederhana:

1.         Selepas Sholat Shubuh, melakukan persiapan untuk menjalani hari,

2.        Selepas Sholat Dhuhur, mengevaluasi pekerjaan dan beristirahat,

3.        Selepas Sholat Ashar, memperindah tempat tinggal (taman, dsb) atau nongkrong (silaturahmi)

4.        Selepas Sholat Maghrib, menenangkan diri, dengan membaca al-Qur’an, atau Sholawatan, atau musik,

5.        Dan Selepas Sholat Isya’, mengistirahatkan diri, dengan menonton film atau membaca buku.

Intinya ialah mengikutkan kebiasaan baik dengan kebiasaan baik. Sebagaimana Paradoks Sorites (koin yang ditumpuk terus menerus), Rasulullah bersabda:

كان أحب العمل إليه الدائم

Amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus,” (HR Ahmad).

 

Note:

-        Penjelasan seadanya, maklum orang awam (mohon petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell it).

-        Intinya: Lailahaillallah muhammadurrasulullah, patuhilah Allah (al-Qur;an) dan Rasul-Nya (Hadits), juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang awam).

-        Dan “Tidak peduli siapa pun yang memberikan fatwa pada Anda, tanyakanlah pada hati Anda.”

 


When Life Gives You Tangerines dalam Iman

  When Life Gives You Tangerines dalam Iman by: alidnobilem Presents & Orang Awam ...