Atomic
Habits dalam Islam
by: Orang Awam (mohon petunjuk)
Dalam Atomic
Habits karya James Clear diungkapkan perihal Eksperimen Edward Thorndike pada
1898 yang menerangkan bahwa kebiasaan adalah perilaku yang telah diulang cukup
sering sampai menjadi otomatis. Tujuan akhir kebiasaan adalah memecahkan
masalah-masalah dalam hidup dengan energi dan upaya sekecil mungkin.
Dalam Islam,
Sholat merupakan hal yang diulang-ulang sebanyak minimal lima kali dalam satu
hari. Sehingga Sholat menjadi kebiasaan umat Islam. Dan mengetahui bahwa tujuan
akhir kebiasaan adalah untuk memecahkan masalah dalam hidup, maka perlu
disadari tujuan dari Sholat, yakni menghadap pada sang Pencipta, mengungkapkan permasalahan-permasalahan
kita melalui al-Fatihah, surah al-Qur’an yang wajib dibawa dalam setiap Sholat.
Allah swt
berfirman dalam QS. Al-Fatihah [1] ayat 6):
اهْدِنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukkanlah
kami jalan yang lurus.”
*****
Atomic Habits
juga menerangkan tentang Teknik “Pointing and Calling” asal Jepang yang
digunakan untuk pengoperasian kereta bawah tanah, dimana kondektur akan
“menunjuk dan mengumumkan” sesuatu untuk keamanan penumpang. Teknik ini telah
meminimalisir kesalahan hingga 85%, New York City meniru dengan membuat versi
yang “hanya menunjuk”, dan teknik tersebut telah meminimalisir kesalahan
operasional sebesar 57%.
Dalam Islam “Menunjuk
and Mengumumkan” telah digunakan sejak awal keberadaannya, yakni dalam Sholat; berupa
adzan. Adzan merupakan penanda masuknya waktu sholat, “Menunjuk”; tibanya waktu
sholat, seperti sholat Shubuh yang menunjukkan waktu terbitnya fajar, sementara
“Mengumumkan”; pengumandangan Adzan, pengumuman tibanya waktu Sholat dengan
menggunakan bahasa pengagungan terhadap sang Pencipta.
Teknik “Menunjuk
and Mengumumkan” merupakan Teknik penyadaran, kesadaran akan waktu, kesadaran untuk
melakukan sesuatu. Dalam Adzan Sholat, penyadaran merupakan bentuk penyadaran
terhadap waktu Sholat, untuk menghadap Sang Pencipta waktu dengan melakukan
Sholat. Dimana dalam Islam, “Menunjuk and Mengumumkan” ini bisa dilihat dalam lima
waktu untuk setiap harinya, yakni:
1.
Adzan Shubuh: sebagai penyadaran
tibanya waktu fajar, terbitnya matahari dan persiapan menjalani hari atas nama
Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Shubuh.
2.
Adzan Dhuhur: sebagai penyadaran
tibanya tengah hari, puncak matahari dan persiapan beristirahat (makan siang)
atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Dhuhur.
3.
Adzan Ashar: sebagai penyadaran
tibanya persamaan bayangann matahari, dan menikmati waktu bersama di sore hari
(silaturahmi) atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Ashar.
4.
Adzan Maghhrib: sebagai penyadaran awal
waktu malam, terbenamnya matahari dan persiapan mengistirahatkan diri atas nama
Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Maghrib.
5.
Adzan Isya’: sebagai penyadaran tibanya
malam, terbenamnya matahari sebenar-benarnya dan betul-betul mengistirahatkan
diri atas nama Sang Pencipta dengan menjalankan Sholat Isya’.
Hal ini
mengungkapkan pentingnya niat implementasi melalui petunjuk waktu dan tempat,
dengan rumus: Aku akan [Perilaku] pada [Waktu] di [Lokasi]. Perihal pentingnya
petunjuk, yakni Adzan (dalam Islam), Rasulullah bersabda:
لَوْ
يَعْلَمُ النَّاسُ مَا
فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ
الأَوَّلِ ، ثُمَّ
لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ
أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا
“Seandainya
orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama,
kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan
undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR Bukhari dan
Muslim).
*****
Atomic Habits juga
mengungkapkan Empat Hukum dalam menciptakan kebiasaan baik, yakni;
1.
Menjadikannya Terlihat,
2.
Menjadikannya Menarik,
3.
Menjadikannya Mudah,
4.
dan Menjadikannya Memuaskan.
Dalam Islam,
Empat Hukum tersebut bisa kita lihat melalui Masjid, tempat melaksanakan
Sholat:
1.
Menjadikannya Terlihat: puncak menara
Masjid yang dibuat setinggi mungkin sehingga mudah terlihat,
2.
Menjadikannya Menarik: keadaan Masjid
yang baik dan bagus membuat umat Islam nyaman melaksanakan Sholat,
3.
Menjadikannya Mudah; keberadaan Masjid
di mana-mana, bahkan lebih dari satu di setiap desa,
4.
dan Menjadikannya Memuaskan;
keberadaan Masjid yang selalu menyediakan air, tempat bersuci, sehingga memudahkan
ketenangan bagi umat Islam melaksanakan kewajibannya, yakni Sholat.
Dan tentang
Masjid ini, Allah berfirman dalam Q.S At-Taubah: 18
إِنَّمَا
يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ
الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ
وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا
اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ
أَنْ يَكُونُوا مِنَ
الْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya
yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan hari akhir, serta (tetap) menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan tidak
takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk
orang-orang yang mendapat petunjuk.”
*****
Atomic Habits
juga menerangkan Teknik “Menumpuk Kebiasaan”, dan dengan menggunakan 5 waktu
Sholat tersebut, kita bisa mengikutkan waktu-waktu tersebut dengan kegiatan-kegiatan
kita, Contoh sederhana:
1.
Selepas Sholat Shubuh, melakukan
persiapan untuk menjalani hari,
2.
Selepas Sholat Dhuhur, mengevaluasi
pekerjaan dan beristirahat,
3.
Selepas Sholat Ashar, memperindah
tempat tinggal (taman, dsb) atau nongkrong (silaturahmi)
4.
Selepas Sholat Maghrib, menenangkan
diri, dengan membaca al-Qur’an, atau Sholawatan, atau musik,
5.
Dan Selepas Sholat Isya’, mengistirahatkan
diri, dengan menonton film atau membaca buku.
Intinya ialah
mengikutkan kebiasaan baik dengan kebiasaan baik. Sebagaimana Paradoks Sorites
(koin yang ditumpuk terus menerus), Rasulullah bersabda:
كان
أحب العمل إليه
الدائم
“Amalan yang
paling disukai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus,”
(HR Ahmad).
Note:
-
Penjelasan seadanya, maklum orang awam
(mohon petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell it).
-
Intinya: Lailahaillallah
muhammadurrasulullah, patuhilah Allah (al-Qur;an) dan Rasul-Nya (Hadits),
juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang awam).
-
Dan “Tidak peduli siapa pun yang
memberikan fatwa pada Anda, tanyakanlah pada hati Anda.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar