DNA dalam Islam
by: orang awam
(mohon petunjuk)
Hasil
penelitian DNA, dimana DNA kita sama terus dari lahir sampai mati (umur tidak
mengubahnya), menghasilkan metode kloning, yakni hasil persatuan sel-sel yang
berasal dari individu yang berbeda. Kloning ternyata sudah dilakukan selama
berabad-abad oleh para pekebun, dan kloning hewan jauh lebih rumit namun sudah
berlangsung selama lima dasawarsa (klon kecebong pada 1952, domba Dolly pada
1996, 50+ tikus pada 1998, dan gaur klon pada 2001). Keanekaragaman spesies
merupakan hal yang penting untuk menghadapi kerentanan ancaman, dan Kebun
Binatang memastikan hewan yang dikawinkan tidak berkerabat dekat.
Dalam
Islam, pentingnya keanekaragaman spesies yang mengarah pada perkawinan dengan
kekerabatan tidak dekat telah diperaktekkan sejak awal keberadaan manusia,
yakni Adam, sebagai manusia pertama. Diceritakan bahwa Adam memiliki 40 anak,
dimana setiap anak selalu kembar; pria dan wanita, dimana perkawinan
berlangsung silang, dan terjadilah kisah Habil dan Qabil (kisah pembunuhan
pertama).
Asam
deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan singkatan DNA (bahasa Inggris:
deoxyribonucleic acid), adalah salah satu jenis asam nukleat yang memiliki
kemampuan pewarisan sifat. Dari itu, Islam menekankan pengutamaan agama
(akhlak) dalam memilih calon pasangan, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits:
تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمالِها ولِحَسَبِها وجَمالِها
ولِدِينِها، فاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَداكَ
Artinya:
"Seorang wanita (pria) dinikahi karena empat perkara; karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena
agamanya, niscaya kamu beruntung." (HR Bukhari Nomor 5090, Muslim 1466).
DNA juga memainkan peran penting dalam kajian Islam seperti studi tafsir Al-Qur'an, terutama ketika mengkaji tema-tema yang terkait dengan nasab, genealogi, silsilah dan sejarah. Ilmuwan yang ahli di bidang DNA dan memadukan kajiannya dengan kajian Al-Qur'an adalah Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan dengan karyanya Tafsir Midadurrahman sebanyak 115 jilid dan menjadi mufassir yang mendapatkan penghargaan MURI sebagai penulis tafsir terpanjang dan tertebal di seluruh dunia. dalam tafsir ini dikaji secara detail tentang DNA dari Nabi Adam sampai dikaji juga DNA dari 3110 Fam keturunan Nabi Muhammad dari 1555 fam keturunan Hasan bin Ali dan 1555 Fam keturunan Husain bin Ali di 199 Negara seluruh dunia. (sumber: Wikipedia).
Note:
-
Penjelasan
seadanya, maklum orang awam (mohon petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell
it).
-
Intinya:
Lailahaillallah muhammadurrasulullah; patuhilah Allah (al-Qur;an) dan
Rasul-Nya (Hadits), juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang
awam).
-
Dan
“Tidak peduli siapa pun yang memberikan fatwa pada Anda, tanyakanlah pada
hati Anda.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar