When Life Gives You Tangerines dalam Iman

 When Life Gives You Tangerines dalam Iman

by: alidnobilem Presents & Orang Awam

Kisah dalam drama korea When Life Gives You Tangerines menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat yang menyukai drama korea, sebuah serial drama yang berasal dari Korea Selatan. Serial ini ditulis oleh Lim Sang-choon, disutradarai oleh Kim Won-seok, dan dibintangi oleh Lee Ji-eun (yang lebih dikenal dengan nama panggung IU; seorang penyanyi-penulis lagu sekaligus aktris) dan Park Bo-gum (aktor sekaligus model iklan). Seri tersebut rilis di Netflix pada tanggal 7 Maret 2025.

Drama Korea tidak jauh berbeda dengan drama di negara kita, kami melihatnya sebagai FTV (film yang dibuat untuk TV) sebagai film yang lebih menghibur daripada sinetron (sinema elektronik; acara televisi bergenre fiktif). Hal ini mengingatkan kami pada sebuah ungkapan; “Hidup memang tak seindah drama Korea, tapi tak separah drama Indonesia.”

Baiklah, di sini kami hendak membahas perihal permasalahan-permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan dan hal ini diceritakan dalam drama When Life Gives You Tangerines. Dalam drama tersebut, kita dapat menyaksikan bagaimana seseorang menanggapi permasalahan hidup. Dan di sini, kami akan menceritakan bagaimana seorang yang ber-Iman menanggapi permasalahan dalam hidup.

Untuk itu terlebih dahulu, kita harus memahami apa itu Iman? Iman adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati, mengucapkan (mengikrarkan) dengan lisan, dan mengamalkannya dengan perbuatan. Dari sini dapat kita pahami bahwa Iman terhadap Tuhan, berarti meyakini dengan sepenuh hati adanya Tuhan, mengucapkan (mengikrarkan) dengan lisan bahwa Tuhan itu ada, dan melakukan setiap perbuatan atas nama-Nya.

Sekarang, mari kita ambil contoh permasalahan-permasalahan dalam drama When Life Gives You Tangerines dan bagaimana mereka menanggapinya, lalu kita pikirkan bagaimana seorang ber-Iman akan menanggapinya?!

No.

Permasalahan & Tanggapan

 

1.

Permasalahan: Pria dan Wanita saling mencintai namun tidak mendapatkan restu dari orangtua

Tanggapan dalam drama: Kawin lari,

Tanggapan orang ber-Iman: Memohon petunjuk pada Tuhan disertai dengan usaha (tindakan) terbaik untuk memenuhi harapan serta mendapatkan restu orangtua.

 

2.

Permasalahan: Kehilangan seorang anak

Tanggapan dalam drama: Menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

 

Tanggapan orang ber-Iman: Bersedih sebagai bentuk kasih sayang disertai dengan penerimaan karena menyadari bahwa kita sebenarnya adalah milih Tuhan.

 

3.

Permasalahan: Kesempatan kuliah di luar negeri

Tanggapan dalam drama: Orangtua menjual rumah untuk membiayai kuliah sang anak di luar negeri.

 

Tanggapan orang ber-Iman: Memohon petunjuk pada Tuhan disertai dengan penerimaan karena menyadari bahwa keinginan bukanlah kebutuhan.

 

 

Intinya adalah; dari pada melakukan sesuatu untuk orang lain, terutama orang-orang tercinta, atau lebih ke diri sendiri, orang ber-Iman melakukan setiap sesuatu-nya atas nama Tuhan. Hal ini dikarenakan kesadaran diri akan keberadaan Tuhan, bahwa hidupnya sendiri bukanlah miliknya, melainkan milik Tuhan.

 

Akhir kata, seringkali mengatakan lebih mudah daripada melakukan (it’s all complicated)!!!
Maka dari itu, tetaplah semangat untuk melakukan setiap sesuatu Sebaik Mungkin!!
Dan tetaplah “Menikmati Hidup!

 

Maling on the Job

 Maling on the Job

by: alidnobilem.co.id

Di bulan puasa ini, kami menerima tugas untuk menjemput sepeda dari seorang nasabah yang memutuskan untuk tidak memperpanjang pembayaran kredit-nya. Kami pun mengerjakan tugas harian terlebih dahulu, mengutamakan apa yang utama.

Tiba sore hari di tempat kediaman nasabah setelah melewati beberapa gang, kami dapati orang-orang tengah bersiap-siap untuk berbuka puasa. Bersama nasabah tersebut, kami melakukan kesepakatan, menandatangani berkas, dan kemudian membawa motor nasabah yang menjadi jaminan ke kantor.

Saat melewati masjid di gang tersebut, tanpa diduga seseorang (ibu nasabah) meneriakkan “maling” saat mendapati kami membawa sepeda si nasabah, sehingga beberapa orang datang segera berdatangan untuk menghadang kami.

Dengan terkejut, namun sadar bahwa terlah terjadi kesalahpahaman, kami dengan segera memberikan klarifikasi tegas, sehingga baku hantam tidak sempat terjadi. Sepeda pun kembali kami bawa ke kediaman nasabah, diikuti dengan kedatangan rt setempat untuk membicarakan apa yang terjadi bersama.

Syukurlah semua berjalan baik dan tak ada korban terluka, terlepas dari kekhawatiran kami yang sempat membahayakan. Puji Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

Note:
-        Ini hanyalah cerita fiksi, jadi tak perlu diambil hati.
-        Mohon maaf jika foto tak sesuai dengan cerita, susah nyari yang cocok ternyata google agak gob*.


Ide Bahasa Pemateri

 Ide Bahasa Pemateri
by: alidnobilem.co.id

Dalam kisah ini, kami hadir sebagai salah satu peserta pelatihan dalam rangka pemberdayaan Masyarakat, yang dianggap tidak berdaya (benarkah?!). Bersama dengan teman-teman seperjuangan (se-undangan) lainnya, kami pun menghadiri pelatihan tersebut sebagai berikut.

Dalam proses pembelajaran (pemberdayaan), ruangan disiapkan dengan melingkar, sehingga memudahkan pemateri untuk berinteraksi dengan para peserta. Meski begitu, kami yang hadir sebagai berikut dalam pembelajaran ini tidak bermaksud untuk benar-benar ikut berinteraksi, mengingat posisi kami sendiri (benarkah?!).

Pemateri kali ini seorang yang cukup asyik, ia seringkali mencerikan kisah sebagai selingan untuk menghilangkan rasa jemu yang datang menjamu. Salah satu kisahnya ialah tentang bagaimana orang-orang tua bisa menguasai beberapa Bahasa, seperti Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan Bahasa Belanda, sekaligus (pake’ bagus). Mengingat bagaimana orang-orang sekarang, ia pun menyarankan agar orang-orang Madura bisa diajarkan Bahasa Jawa dan orang-orang Jawa bisa diajarkan Bahasa Madura.

Menanggapi hal itu, kami pun mengungkapkan bahwa hal-hal seperti itu sudah menjadi bagian (tugas) Menteri Pendidikan. Kalau kita ikut serta memikirkan hal-hal seperti itu, hanya akan menambah beban pikiran. Penuturan tersebut diikuti dengan sebuah pengakuan bahwa pikiran kami sendiri, bisanya terbebani karena; “mikirin dia, yang nggak mikirin gua.” Pengakuan tersebut diakhiri dengan desahan kecil (peniupan lepas udara penat di dada dari mulut) sebagai penutup perasaan (feel changer).

Mendapati tenangnya podium, kami pun menoleh dan bertanya pada teman seperjuangan kami; “gimana bacotan gua?”. Teman seperjuangan pun dengan enggan (sudah lelah mendengarkan bacotan kami) berkata; “sudahlah bang, bacot terus, diam aja lah.” Kami pun dengan malu-malu senang tertawa kecil, berharap Tuhan memaafkan kami atas apa yang telah kami lakukan, amiin.

Mendengarkan percakapan tersebut, teman seperjuangan kami yang lain bertanya; “Anda bacot bang?” kami pun dengan senang hati menanggapi; “Anda kira saya ceramah? Emangnya Anda mau dengerin saya ceramah?” dengan spontan pun ia menjawab dengan enggan; “gah (ogah)”. Kami pun dengan senang hati mengungkapkan bahwa kami hanyalah seorang bacoters (buka titik joss).

 

Note:

-        Ini hanyalah kisah fiksi, jadi jangan terlalu diambil hati.

-        Mohon maaf jika foto tak sesuai dengan cerita, susah nyari yang cocok, ternyata google agak gob*.

A Minimarket Girl (Again!)

 A Minimarket Girl (Again!)
by: alidnobilem.co.id

Sebuah Minimarket terletak di sebuah pertigaan jalan, bukankah itu merupakan lokasi yang strategis?! (bisa jadi). Minimarket merupakan toko kelontong kecil yang biasanya menjual pilihan bahan makanan pokok dan barang rumah tangga dalam jumlah terbatas (masa’, perasaan gak habis-habis deh), biasanya ditemukan di daerah perumahan dan melayani kebutuhan mendesak masyakarat (oh, gitu..).

Seorang pria sederhana memasuki minimarket tersebut untuk sekedar menukar uang dengan membeli sebungkus permen. Ceritanya ia baru saja membeli dua bungkus es buah dan mendapati si penjual tidak memiliki uang kembalian untuk uang besar yang dimilikinya (sebesar itukah uangnya?!).

Seorang wanita (cantik ceritanya) memasuki minimarket tersebut bersama sang ibu (ibunya) dalam rangka berbelanja bahan makanan, atau pelengkap bahan makanan, begitulah kiranya. Wanita tersebut berpakaian biru langit berbunga dengan kerudung pink muda (terlihat sekali ia berpakaian dengan baik masa’).

Mendapati keberadaan seorang wanita cantik (ceritanya), si pria pun memerhatikan wanita tersebut dan mendapati ketiadaan cincin di jari manis si wanita manis (cantiek). Dalam budaya Inggris, cincin di jari manis kiri menandakan seorang wanita sudah terikat pertunangan (oh, gitu..), sementara di negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat, bisa juga berarti status pernikahan dan pertunangan (bisa gitu..). Cincin di jari manis juga merupakan simbol pernikahan (asyiap), biasanya di budaya Asia atau Timur; cincin yang menandakan seseorang sudah menikah dipakai di jari manis kanan (amiin..). Jari manis dalam mitologi Yunani bermakna cinta sejati, kreativitas dan kecantikan (so sweet kah?!).

“Wow, beruntungnya diriku”, ujar si pria dalam hati, dan ia pun mencoba melakukan insisiatif (melihat kesempatan, membuat rencana singkat, dan langsung menjalankan rencana tersebut). Si pria pun memutuskan untuk menyapa;

“Hai, inget aku nggak?!” sapa si pria pada si wanita disertai seulas senyum sumringah. Si wanita menatapnya dengan heran, dan si pria tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya melihat tatapan itu (epret!), dimana pria tersebut kemudian beralih menyapa sang ibu “bu..”, dengan anggukan, yang diikuti oleh anggukan balik (alhamdulillah..).

Si pria kemudian agak mendekati si wanita (yang terlihat agak menjaga jarak disertai perasaan aneh bin janggal), dan berkata dengan pelan: “ini aku, calon suamimu!?” (cuit cuit cuit, gubrak!).

 

 

Note:

-        Ini hanyalah cerita fiksi, jadi tak perlu diambil hati.

-        Mohon maaf jika foto tak sesuai dengan cerita, susah nyari yang cocok ternyata google agak gob*.

Five Agreements

 Five Agreements
by: alidnobilem Presents

Terinspirasi dari Four Agreements (empat perjanjian) karya terkenal Don Miguel Ruiz (buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1997, telah terjual lebih dari 12 juta kopi di AS, dan telah diterjemahkan ke dalam 52 bahasa di seluruh dunia, dimana buku ini juga masuk dalam daftar buku terlaris New York Times selama lebih dari satu dekade): Be Impeccable With Your Word (berintegritas dalam ucapan), Don’t Take Anything Personally (tidak memasukkan ke dalam hati), Don’t Make Assumptions (tidak membuat asumsi), dan Always Do Your Best (selalu melakukan yang terbaik, kami mencoba untuk membuat agreements (perjanjian) kami sendiri; Five Agreements;

I.                Don’t Life! (jangan hidup)

Don’t Life merupakan perjanjian yang bertujuan agar kami tidak hidup sebagaimana orang-orang (kebanyakan orang) hidup, yakni lahir, bermain, sekolah, bekerja, menikah, menjadi orangtua, dan mati. Dimana mereka hidup dengan tujuan materi, entah harta, tahta, atau wanita (pria). Seringkali pula mereka hidup dengan mengikuti keinginan orang lain, entah teman, sahabat, atau pun keluarga. Don’t Life mengarahkan kami untuk bersikap masa bodoh, untuk hidup dalam kehidupan; menemukan makna hidup dalam setiap situasi.

II.               Feel the Hot, and Enjoy it! (rasakan panas-nya, dan nikmati)

Feel the Hot, and Enjoy it merupakan perjanjian yang bertujuan untuk tidak membiarkan masalah (konflik) menguasai kami, sehingga kami tidak bisa melakukan hal-hal yang ada di depan kami, hal-hal yang harus dilakukan, disebabkan masalah yang tengah dihadapi. Feel the Hot mengarahkan kami untuk merasakan permasalahan yang tengah terjadi, memikirkan apa saja yang bisa kami lakukan, memilih solusi terbaik yang bisa kami lakukan, dan berusaha menikmati prosesnya.

III.             Just Breath! (bernapas saja)

Just Breath merupakan perjanjian yang bertujuan untuk memberikan jeda pada diri kami di tengah kesibukan, di tengah kepenatan, bahkan di tengah huru-hara. Just Breath mengarahkan kami mengingatkan diri untuk hanya berdiam diri dan bernapas, melakukan pernapasan sebagaimana baiknya.

IV.             Take a Break! (ambil jeda)

Take a Break merupakan perjanjian yang bertujuan memberikan waktu untuk beristirahat sejenak pada diri yang merasa sudah tidak mampu lagi melakukan apa yang harus dilakukan. Take a Break mengarahkan kami untuk mengambil waktu sekedar untuk mencuci muka dan merebahkan badan, juga mengisi perut untuk mendapatkan energi yang baru, sehingga kami bisa kembali menyegarkan diri dan mampu untuk melakukan apa yang harus dilakukan dengan baik.

V.               Don’t Die! (jangan mati)

Don’t Die merupakan perjanjian yang bertujuan untuk tidak berputus-asa, tidak berpangku tangan, dan tidak berdiam diri, menghadapi permasalahan yang begitu beratnya. Don’t Die mengarahkan kami untuk selalu bisa berharap pada Sang Pemberi Harapan, sebagaimana ungkapan penyari dalam “Laut Bercerita”: Meskipun kau mati, jangan menyerah!

 

Akhir kata, seringkali mengatakan lebih mudah daripada melakukan (it’s all complicated)!!!
Maka dari itu, tetaplah semangat untuk melakukan setiap sesuatu Sebaik Mungkin!!
dan tetaplah “Bersenang-Senang!

 

Gadis Pelangi (The Rainbow Girl)

 Gadis Pelangi (The Rainbow Girl)
by: alidnobilem.co.id

Diawali hormon testosterone yang meningkat (hormon reproduksi yang berperan penting dalam kesehatan seksual dan perkembangan tubuh pria) dan melihat seorang gadis dengan pakaian yang menunjukkan bentuk tubuhnya, seorang pria dengan senang hati menikmati keindahan tersebut. Dan tentu, cukup di situ saja, karena seperti yang kita ketahui, hormon tersebut tidaklah disiplin, kadang naik kadang turun, kadang banyak kadang sedikit, sehingga terkadang menggangu hubungan suami istri.

Hari berganti hari dan jam tetap berputar, dan hari itu pun tiba, hari dimana si pria mendapati gadis tersebut tengah bersantai di teras rumahnya, dengan pakaian biasa, namun entah kenapa si pria menyaksikan sebuah Pelangi menjadi background gadis tersebut. Sebenarnya itu tidaklah persis Pelangi, lebih seperti kelap kelip gelembung yang terkena sinar matahari, begitu indahnya, di mata si pria. Tanpa membiarkan rasa keindahan itu berlalu, si pria pun menyapa gadis tersebut:

“Haloo Cinta?! lagi santai aja nih!” Sewajar mungkin pria tersebut mencoba memulai percakapan hanya untuk mendapati sebuah gubrisan. Yap, si gadis tidak menganggap keberadaannya, sepertinya gadis tersebut tengah asyik dengan pikiran sendiri sambil memegang hp.

Menyadari tidak adanya orang lain di teras tersebut, mungkin sang ibu (ibu mertua) sedang berada di dapur, dan seperti biasanya sang ayah (ayah mertua) tengah bekerja---ceritanya ini sedang tengah hari, si pria baru saja pulang dari sekolahnya---pria itu pun mencoba menarik perhatian si gadis dengan duduk di depan si gadis setelah mengintip apa yang sedang gadis itu lakukan dengan hp-nya; rupanya ia sedang menonton youtube trending: “Putri Ariani STUNS with "I Still Haven't Found What I'm Looking For" by U2 | Qualifiers | AGT 2023”

Well, cerita pun berlanjut sesuai keinginan Anda, entah mereka akhirnya berkencan, atau si pria tetap saja menerima penolakan sehingga kisah pun menjadi sebuah kisah cinta bertepuk sebelah tangan, atau kisah semakin menatik dengan adanya orang keempat (nah lho?!).

*****

Inilah kisah Gadis Pelangi (The Raibow Girl), kami harap (doakan) Anda dapat menemukan Gadis Pelangi Anda sendiri. Adapun bagi para gadis, kami harap (doakan) Anda juga mendapatkan Pria Pelangi Anda sendiri. Sekian dan Terimakasih (kepada Gadis Pelangi).

*****

 

Seni Bersikap Masa Bodoh dalam Islam

 Seni Bersikap Masa Bodoh dalam Islam
by: Orang Awam (mohon petunjuk)

Dalam buku “Seni Bersikap Masa Bodoh” karya Mark Manson diceritakan kisah Hiroo Onoda, seorang tentara yang dikirim Kekaisaran Jepang ke Lubang, Filipina, dalam sebuah misi bunuh diri pada 26 Desember 1944, yang terus menjalankan misinya secara gerilya, hingga Norio Suzui berhasil membawanya kembali ke Jepang pada 1972 seorang diri, setelah tim pencari gabungan dari Jepang dan Filipina gagal menemukannya.

Sikap Onoda yang tidak peduli (bersikap masa bodoh) terhadap selebaran yang mengungkapkan berakhirnya perang, juga panggilan tim pencari, menegaskan pentingnya ‘pengabdian diri’dalam hidup, sehingga hidup menjadi bermakna. Dan dalam Islam, pengabdian dikenal dengan sebutan Abdullah (Hamba Allah), yakni mereka yang mengabdikan diri (hidup) mereka kepada Allah (memenuhi perintah-Nya). Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir.”( Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhâri, no. 6416)

Sebagai seorang musafir di dunia (kehidupan) ini, seorang Hamba tentu hanya memikirkan tujuannya; akhirat, sebab ia merasa asing berada di dunia ini. Sekali lagi, kami tekankan, sebagai seorang asing (musafir), seorang Hamba tentu bersikap masa bodoh dengan dunia ini, karena ia menyadari bahwa tempatnya yang sebenarnya adalah akhirat. Ia merasa terasing di dunia, sehingga ia bersikap masa bodoh, tidak lagi memedulikan dunia ini, kecuali untuk akhirat. Ka’ab al-Ahbar berkata; “Allah mewahyukan kepada para nabi, ‘Jika engkau ingin berjumpa dengan-Ku, maka jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing…’.”

Hal ini sebagaimana ketika kita berada di tempat asing (kota sebelah misalnya), dimana kita menyadari bahwa tempat tersebut bukanlah tempat kita. Kita berada di tempat tersebut (kota sebelah) untuk suatu keperluan tanpa benar-benar peduli dengan keadaan tempat tersebut (bersikap masa bodoh), sebab kota tersebut bukanlah tempat kita, dan kita ingin segera kembali ke tempat kita (kota kita sendiri).

Jika “Seni Bersikap Masa Bodoh” menekankan pada penderitaan yang membuat kita menyadari keinginan terdalam diri sebagai makna hidup, “Seni Bersikap Masa Bodoh dalam Islam” menekankan pada penderitaan (pengabdian) yang membuat kita menyadari keberadaan Tuhan, keesaan-Nya, kefanaan dunia, dan adanya Akhirat serta kekekalan-Nya.

 

Note:

o   Penjelasan seadanya, maklum orang awam (mohon petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell it).

o   Intinya: Lailahaillallah muhammadurrasulullah; patuhilah Allah (al-Qur;an) dan Rasul-Nya (Hadits), juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang awam).

o   Dan “Tidak peduli siapa pun yang memberikan fatwa pada Anda, tanyakanlah pada hati Anda.”


When Life Gives You Tangerines dalam Iman

  When Life Gives You Tangerines dalam Iman by: alidnobilem Presents & Orang Awam ...