Seni
Bersikap Masa Bodoh dalam Islam
by: Orang Awam (mohon petunjuk)
Dalam buku “Seni
Bersikap Masa Bodoh” karya Mark Manson diceritakan kisah Hiroo Onoda, seorang tentara
yang dikirim Kekaisaran Jepang ke Lubang, Filipina, dalam sebuah misi bunuh diri
pada 26 Desember 1944, yang terus menjalankan misinya secara gerilya, hingga
Norio Suzui berhasil membawanya kembali ke Jepang pada 1972 seorang diri,
setelah tim pencari gabungan dari Jepang dan Filipina gagal menemukannya.
Sikap Onoda yang
tidak peduli (bersikap masa bodoh) terhadap selebaran yang mengungkapkan
berakhirnya perang, juga panggilan tim pencari, menegaskan pentingnya
‘pengabdian diri’dalam hidup, sehingga hidup menjadi bermakna. Dan dalam Islam,
pengabdian dikenal dengan sebutan Abdullah (Hamba Allah), yakni mereka yang
mengabdikan diri (hidup) mereka kepada Allah (memenuhi perintah-Nya). Hal ini
sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:
كُنْ فِي
الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan
sebagai orang asing atau seorang musafir.”( Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh
al-Bukhâri, no. 6416)
Sebagai seorang
musafir di dunia (kehidupan) ini, seorang Hamba tentu hanya memikirkan tujuannya;
akhirat, sebab ia merasa asing berada di dunia ini. Sekali lagi, kami tekankan,
sebagai seorang asing (musafir), seorang Hamba tentu bersikap masa bodoh dengan
dunia ini, karena ia menyadari bahwa tempatnya yang sebenarnya adalah akhirat.
Ia merasa terasing di dunia, sehingga ia bersikap masa bodoh, tidak lagi
memedulikan dunia ini, kecuali untuk akhirat. Ka’ab al-Ahbar berkata; “Allah
mewahyukan kepada para nabi, ‘Jika engkau ingin berjumpa dengan-Ku, maka
jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing…’.”
Hal ini
sebagaimana ketika kita berada di tempat asing (kota sebelah misalnya), dimana
kita menyadari bahwa tempat tersebut bukanlah tempat kita. Kita berada di
tempat tersebut (kota sebelah) untuk suatu keperluan tanpa benar-benar peduli
dengan keadaan tempat tersebut (bersikap masa bodoh), sebab kota tersebut
bukanlah tempat kita, dan kita ingin segera kembali ke tempat kita (kota kita
sendiri).
Jika “Seni Bersikap
Masa Bodoh” menekankan pada penderitaan yang membuat kita menyadari keinginan
terdalam diri sebagai makna hidup, “Seni Bersikap Masa Bodoh dalam Islam”
menekankan pada penderitaan (pengabdian) yang membuat kita menyadari keberadaan
Tuhan, keesaan-Nya, kefanaan dunia, dan adanya Akhirat serta kekekalan-Nya.
Note:
o Penjelasan seadanya, maklum orang awam (mohon
petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell it).
o Intinya: Lailahaillallah
muhammadurrasulullah; patuhilah Allah (al-Qur;an) dan Rasul-Nya (Hadits),
juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang awam).
o Dan “Tidak peduli siapa pun yang memberikan
fatwa pada Anda, tanyakanlah pada hati Anda.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar