Reset: Silahkan!! Coba Lagi!

 Reset: Silahkan!! Coba Lagi!

by: alidnobilem.co.id


 


Bus empat-lima (45, bukan 1945) melaju sesuai jalur seperti biasa, melewati kota Kwanyar (Benyar) menuju kota Bangkalan (Bengka-la’an). Dengan perjalanan sekitar 15 menit untuk perhentian di setiap halte. Kali ini bus terdiri dari 8 orang penumpang, 5 pria dan 3 wanita, ditambah seorang supir (tentunya). Aku merupakan salah satu penumpang bus ini (iya gua, bukan penulis), pergi ke ke kota Bangkalan dalam rangka kuliah (kuli ah).


Entah kenapa aku tersadar (tidak terinspirasi) di dalam bus dengan ingatan (kilatan) sebuah ledakan telah terjadi (akan terjadi) di bus yang kutumpangi (kuinjak) ini. Ledakan (duar) terjadi kira-kira lima menit setelah halte (hotel) berikutnya. Aku pun turun dari bus di halte tersebut, dimana bus meledak tak lama kemudian. Pikiran tetang apa yang terjadi terus menghantuiku (baca doa), sehingga aku pun mencari informasi perihal ledakan (duar) tersebut selepas kuli ah.


Keesokan harinya (hari ini) aku kembali terbangun di dalam bus, dan aku pun kembali turun dari bus (dus besar) terssebut, dimana aku segera mencari informasi tambahan tentang ledakan dus tersebut tanpa pergi kuli ah. Meski begitu, tak banyak informasi yang bisa kudapatkan, sehingga aku pun pergi ke kantor polisi.


Keesokan harinya (kali ini), aku menjalankan rencana yang telah kurangcang (sebagaimana arsitek) di kali sebelumnya, yakni berusaha mencari tahu lokasi duar tersebut dan berusaha menyelamatkan para korban (kurban), mulia sekali rencanaku bukan?! (cuih). Mau bagaimana lagi, efek dari duar benar-benar (tidak salah lagi) sangat tidak mengenakkan. Haduh, cepaknya (istrirahat dulu).


Hasil penyelidikan mengarahkanku pada duar (kematian) yang melelahkan, hingga akhirnya kudapati keberadaan bom (boom) tersebut, seorang wanita tua bangka (bengka) membawa boom dalam tas selempangnya, dan ternyata suaminya merupakan pengemudi bus ini (OMG).


Aku pun segera menghubungi polisi dan memberitahukan apa yang kuketahui. Dan duar.. ledakan itu kembali terjadi. Apa yang kuharapkan, polisi sibuk dengan kesibukannya sendiri. Dan aku pun diinterogasi (intro-gas-i), dengan sangat baik (syukurlah efek duar membuatku cukup kebal).


Namun aku kembali terbangun, dan kubiarkan duar mematikanku, lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi.


*****


Baiklah, mari kita selesaikan kisah ini. Jadi, ceritanya, aku berhasil menemukan polisi baik yang bersedia untuk segera mengambil tindakan, dimana tindakan suami istri bengka tersebut ternyata diperuntuhkan untuk sang putri, putri mereka semata wayang yang masih kuliah namun kesulitan membayar biaya kuliah sehingga orangtua bengka tersebut memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri atas nama asuransi (goblok).

 

 

*Terinspirasi dari film dengan judul yang sama (serius)!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

When Life Gives You Tangerines dalam Iman

  When Life Gives You Tangerines dalam Iman by: alidnobilem Presents & Orang Awam ...