Sawo-man
is Falling
by: alidnobilem.co.id
Dengan cuaca yang panas di tengah angin
agustus yang mencemaskan, buah sawo tentu akan menjadi santapan yang
menyenangkan, dan aku pun berkeinginan untuk memakannya.
Kebetulan di depan rumah kami, rumah nenek
moyang, pohon sawo besar telah membuahkan diri, dan aku pun pergi mempersiapkan
diri untuk memanjat.
Dengan tubuh yang bergizi, tidak bisa dibilang
kurus dan tidak mau dibilang gemuk, kucoba memanjat pohon hingga tiba di atap
pekarangan, dimana atap pekarangan menutupi sebagian pohon sawo tersebut
sehingga mudah bagi kami untuk mengambilnya.
Tanpa diduga, aku yang tengah asyik memilah
buah sawo mana yang sebaiknya kuambil, kupetik, dan akan kumakan, aku tanpa
sengaja menginjakkan kaki pada atap tanpa penyangga--bagian atap yang
dibawahnya tidak terdapat papan kayu yang menahan atap dengan bantuan paku—sehingga
aku pun terjatuh ke bawah, bumi yang beralaskan keramik, dengan tangan yang tak
mampu berusaha menahan tubuh ini.
*****
Sebagaimana biasa, aku tengah asyik dengan
kesibukanku sendiri, menyusuri situs demi situs tanpa tujuan pas, bersama
dengan beberapa teman lainnya yang juga asyik dengan kesibukannya sendiri,
menyusuri sosmed demi sosmed yang terus menerus update, mengarahkan diri untuk
ikut-ikutan update.
Di tengah kesibukan itu, kudengar suara keras
sesuatu yang jatuh, dan aku pun pergi untuk memeriksanya, mendapati seorang
pria mengerang kesakitan sambil memegang tangannya karena terjatuh dari atap
teras rumahnya. Istrinya pun segera menghampiri, menanyakan apa yang sakit, dan
memijat tangan pria tersebut.
Aku pun segera menanyakan apa yang bisa
kulakukan, dan membantu sang istri yang bermaksud melepaskan pegangang tangan
kanan si pria pada tangan kirinya. Namun, itu tidak mudah, terlalu erat, jadi
tidak banyak yang bisa kulakukan.
*****
Tengah sibuk membuat alat rumahtangga untuk keluarga
sendiri, kurasa aku mendengar suara keras akan sesuatu yang jatuh, sehingga aku
pun pergi untuk mengeceknya. Kudapati seseorang berlari ke tempat asal suara,
dan aku pun segera pergi menyusul.
Menyadari keadaan pria yang terjatuh dengan memegangi
tangan kirinya, Aku pun segera meminta anggota keluarga pria tersebut agar
menelpon orang yang lebih tua, sehingga pria tersebut bisasegera diantarkan ke
Tukang Pijat khusus Tulang di kota sebelah karena pria tersebut mengalami
kegeseran tulang.
Sebelum itu, tangan kiri si pria diberikan
sanggahan kayu disertai perban untuk menahan tulang yang bergeser, juga
dikompres dengan es (yang dibungkus kain) untuk meredakan rasa sakitnya.
Pria itu pun akhirnya di bawa ke Tukang Pijat
khusus Tulang dengan posisi tidur; kepala lebih rendah dari badan dan kaki
lebih tinggi dari badan untuk memperlancar pernapasan.
*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar