Terapi Suta dan Keseimbangan Hidup by: Achrome Presents (Orang Awam) Terapi Suta adalah terapi yang ditemukan oleh Roma sebagai langkah ...

Terapi Suta dan Keseimbangan Hidup

 Terapi Suta dan Keseimbangan Hidup
by: Achrome Presents (Orang Awam)

Terapi Suta adalah terapi yang ditemukan oleh Roma sebagai langkah untuk membantu manusia menemukan kebahagiaan melalui Self Love. Dalam kehidupan modern, manusia sering kali terlalu sibuk mengejar pengakuan sosial, memenuhi tuntutan keluarga, atau mengikuti standar lingkungan sekitar hingga lupa memperhatikan dirinya sendiri. Akibatnya, banyak orang terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya merasa lelah, kosong, dan kehilangan ketenangan batin.

Gagasan ini sejalan dengan perkataan Jalaluddin Rumi: “Hiruplah hanya cinta.” Cinta yang dimaksud bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Sebab seseorang tidak akan mampu memberikan ketenangan kepada orang lain jika ia sendiri belum berdamai dengan diri sendiri.

Untuk memahami Self Love, terlebih dahulu kita harus memahami perputaran fokus kehidupan manusia yang dapat dibagi menjadi tiga bagian: diri sendiri, keluarga, dan sosial. Ketiga hal ini harus berjalan secara seimbang. Namun dalam kenyataan, banyak orang terlalu berfokus kepada keluarga dan sosial sehingga menyisihkan kebutuhan dirinya sendiri. Mereka terus memberi tanpa pernah memberi ruang bagi dirinya untuk beristirahat dan bertumbuh.

Akibat dari ketidakseimbangan ini manusia menjadi kesulitan untuk menemukan kebahagiaan. Seseorang menjadi mudah stres, merasa tidak dihargai, bahkan kehilangan arah hidup. Karena itu, Al-Qur’an mengingatkan (QS. Al-Baqarah: 195):

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.

Ayat ini tidak hanya berbicara tentang kebinasaan fisik, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia tidak mengabaikan dirinya sendiri. Menjaga hati, pikiran, dan kesehatan mental, juga merupakan bagian dari menjaga diri.

Pentingnya keseimbangan hidup juga tampak dalam konsep filosofi Yin dan Yang dari Cina yang menekankan harmoni antara dua sisi kehidupan. Kehidupan tidak akan berjalan baik jika hanya berat sebelah. Terlalu fokus kepada diri sendiri dapat melahirkan egoisme, sementara terlalu fokus kepada orang lain dapat membuat seseorang kehilangan dirinya. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci kebahagiaan.

Nilai tersebut juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah :

Cintailah saudaramu sebagaimana kau mencintai dirimu sendiri.

Hadis ini menunjukkan bahwa mencintai orang lain dimulai dari kemampuan mencintai diri sendiri secara benar. Orang yang menghargai dirinya biasanya lebih mampu menghargai orang lain dengan tulus dan sehat.

Pada akhirnya, Terapi Suta bukan sekadar ajakan untuk mencintai diri sendiri, tetapi juga ajakan untuk hidup secara seimbang. Kebahagiaan tidak hanya ditemukan dalam hubungan sosial atau pengakuan orang lain, melainkan juga dalam kemampuan manusia mengenal, menerima, dan menjaga dirinya sendiri. Dengan keseimbangan antara diri, keluarga, dan sosial, manusia dapat menjalani hidup dengan lebih damai dan bermakna.

 

Source: youtube.com/watch?v=UxAHTdGR7do

 

Note:

  • Penjelasan seadanya, maklum orang awam (mohon petunjuk), tak perlu terlalu dipikirkan (fell it).
  • Intinya: Lailahaillallah muhammadurrasulullah; patuhilah Allah (al-Qur;an) dan Rasul-Nya (Hadits), juga Uril Amri (aturan) di antara kalian (bukan orang awam).
  • Dan “Tidak peduli siapa pun yang memberikan fatwa pada Anda, tanyakanlah pada hati Anda.”


0 komentar:

About